Mar
16

Traveler’s tale

Filed Under (Uncategorized) by kemalexander on 16-03-2007

Yah, terinspirasi dari buku yang baru saya baca Traveler’s tale belok kanan barcelona, karya Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat & Ninit Yunita, saya jadi inget cerita jalan-jalan saya jaman dulu (sight) yang tidak bisa diteruskan lagi karena satu dan lain hal…

Ok hal-hal itu adalah: No.1. Nggak ada dana, no.2. Nggak ada dana extra, no.3, Nggak ada waktu yang tepat.

Sebenernya selain 3 alasan diatas sih, masalah yang saya hadapi adalah masalah klasik jaman sekarang. Masa kuliah dihabiskan dengan hura-hura, traveling kesana kemari, setelah lulus harus "belajar" menghidupi diri sendiri, yang secara saya sadari agak beresiko sehingga saya memutuskan akan menjadi benalu selamanya ke seorang lelaki bernama Aa… (hai A.. Luv u) (nama disamarkan menghidari ybs membaca kisah memalukan saya he he) dan….. kemudian saya akhirnya menjadi seorang ibu (hai Kikim, umah sayang deh…) yang akhirnya membuat saya berfikir seribu kali "seandainya" akan travelling lagi. Repotnya bo…. bawa bayi umur 2 tahun!!

Back to the topic yah. Cerita travelling saya secara historikal dimulai dari saat saya berumur 1 tahun. Ya.. mengunjungi mbah dari pihak kedua orang tua yang kebetulan berdomisili di jawa timur. Hampir setiap tahun saya naik pesawat ke Surabaya. Exciting banget waktu jaman SD.. naik pesawat gitu loh…

Fase kedua sewaktu saya mulai kuliah di salah satu Universitas swasta di surabaya. Saya mulai keliling kota-kota terdekat dengan teman-teman. Atau.. kalau bapak saya berkunjung ke kota terdekat saya pasti ikut… menumpang tidur di hotel-nya atau menumpang jalan-jalan ke atraksi menarik dikota tersebut.

Fase ketiga sewaktu saya melanjutkan ke Singapura. hampir tiap waktu saya ada dijalan. Yah.. kapan lagi bisa menikmati pemandangan dan rasa aman di jalanan yang di Balikpapan sini masih saya pertanyakan kalau jalan sendiri jam 2 pagi hehehhe. Nah… di Singapura ini saya bertemu dengan teman-teman berbagai negara yang sama "gila"nya (Hi Ram, Ajay, Set, Minh, Michelle) dalam hal jalan-jalan. Kami sempat jadi "orang hilang" di Malaysia kemana-mana asal naik bus walau nggak tau tujuan. yah nggak hilang banget gitu loh secara bahasa-nya masih agak mirip walaupun untuk mengerti juga harus berfikir minimal 5 detik.

Trus sewaktu hampir selesai studi Master, teman-teman pernah berencana Euro Trip. Yang ternyata malah saya wujudkan dengan keluarga! Nebeng fasilitas gitu, perjalanannya pasti lebih nyaman dengan yang diatas karena saya tinggal naik turun bis pariwisata dan menikmati keindahan pemandangan. Hal yang paling saya ingat dari perjalanan ini adalah = ice cream di Roma, Salju di Swiss, kedinginan di Salzburg, Hot Dog di Blackforrest, dan Eiffel di Paris. Waktu itu saya sangat-sangat berharap akan kembali lagi kesana suatu saat nanti dengan suami dan anak-anak saya. (sayangnya dia sudah membuat Euro Trip versi sendiri dan belum ada saya pada titik pertemuan itu). Yeah I wish i could.

Nah…. setelah bersuami dan berkeluarga… Acara jalan-jalan saya paling jauh ke Bali, Singapura, Malaysia dan Jakarta. Eikhs ini mah business trip selain Bali dan Malaysia ya. Beda banget suasananya dengan kegilaan jaman "muda" dulu.. Walaupun syukur-syukur masih sempet jalan. Tekad saya, next trip kami harus pergi bertiga, saya, Aa dan Kikim.



Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: